Parulian menyebutkan hasil pengukuran itu menunjukkan nilai tahanan isolasi pada fasa 1 dan fasa 2 lebih dari 100 megaohm, sedangkan fasa 3 tercatat 0 megaohm, dan hasil tersebut mengindikasikan adanya gangguan pada salah satu fasa kabel.
"Langkah awal dilakukan melalui manuver jaringan untuk memulihkan konfigurasi penyulang, dilanjutkan pemeriksaan gardu hubung dan distribusi guna memastikan seluruh peralatan berfungsi normal," tutur Parulian.
Dia memaparkan pencarian titik gangguan kabel laut itu dimulai pada Oktober 2026. Berdasarkan hasil pelacakan, lokasi kerusakan itu ditemukan sekitar 2.940 meter dari Gardu Hubung P1000 di Tanjung Pasir.
"Setelah titik gangguan ditemukan, penyambungan kabel laut dilakukan. Kabel kemudian diuji dan diberi tegangan untuk memastikan dapat kembali beroperasi sebagai jalur cadangan," ungkap Parulian.