NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas deteksi dini tuberkulosis (TB) melalui pemeriksaan rontgen portabel di 45 desa dengan kasus tinggi guna meningkatkan penemuan penderita dan mempercepat penanganan penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Sarip Hidayat mengatakan kegiatan itu dilaksanakan sejak September 2026 melalui kerja sama tim Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) dengan Rumah Sakit Abdul Malik Fadjar Sumbawa.

"Tim turun langsung ke 45 titik di desa dengan kasus TB tinggi untuk melakukan skrining menggunakan rontgen portabel yang dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis," kata Sarip di Sumbawa, Jumat.

Menurut dia, pemeriksaan keliling tersebut bertujuan menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat identifikasi warga dengan dugaan TB.

Selain kegiatan lapangan, seluruh puskesmas di Kabupaten Sumbawa juga mengintensifkan skrining terhadap masyarakat yang menunjukkan tanda dan gejala penyakit tersebut.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 23 Oktober 2026, capaian pelayanan TB sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 6.708 dari target 7.474 orang atau 90 persen.

Namun, realisasi penemuan kasus TB baru mencapai 676 dari target 1.384 kasus sepanjang 2026 atau sekitar 49 persen.

Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat selisih 708 kasus dari target penemuan yang ditetapkan, sehingga diperlukan penguatan pemeriksaan aktif untuk meningkatkan deteksi dini.

Dari sisi pelayanan, tiga puskesmas telah melampaui target SPM, yakni Puskesmas Lape sebesar 106 persen, Moyo Hilir 105 persen, dan Unter Iwes 104 persen.

Sementara itu, capaian pelayanan terendah tercatat di Puskesmas Ropang sebesar 20 persen, Orong Telu 28 persen, dan Tarano 30 persen.

Untuk penemuan kasus, Puskesmas Lantung mencatat 11 kasus dari target 10 kasus, sedangkan Puskesmas Labangka baru menemukan tiga kasus dari target 39 kasus.

Fasilitas rumah sakit juga berkontribusi dalam penemuan TB, antara lain RS H.L. Manambai Abdulkadir sebanyak 83 kasus, RS Umum Sumbawa Besar 74 kasus, dan RS Abdul Malik Fadjar Sumbawa enam kasus.

Sarip mengatakan perluasan pemeriksaan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini sekaligus memastikan warga dengan dugaan TB memperoleh pemeriksaan lanjutan.

Pemerintah daerah juga mendorong penguatan koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit agar hasil skrining dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan diagnostik serta pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Sumbawa berupaya mempercepat penemuan kasus TB sekaligus meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.