NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat menyiapkan pembangunan 120 rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang ditargetkan mulai November 2026.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Kamis, mengatakan pembangunan Rutilahu tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi tempat tinggal keluarga siswa Sekolah Rakyat.
"Untuk orang tua siswa, 120 rumah telah disetujui dan insya Allah bulan November ini. Sebanyak 120 rumah segera dibangun bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat," katanya.
Ia mengatakan program tersebut mencakup pengajuan dari 15 kepala keluarga orang tua siswa yang membutuhkan perbaikan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Menurut dia, penyediaan rumah layak bagi keluarga siswa menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah agar manfaat kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya dirasakan anak-anak.
"Untuk orang tua siswa, satu kegiatan, tapi seluruhnya bisa selesai. Alhamdulillah, orang tua siswa Sekolah Rakyat, 15 KK mengusulkan rumah tidak layak huni untuk BSPS dan telah disetujui," ujarnya.
Dony mengatakan pembangunan tersebut akan dilaksanakan mulai November, sehingga keluarga siswa yang menjadi sasaran program dapat segera memperoleh hunian yang lebih layak.
Ia menambahkan Pemkab Sumedang sebelumnya juga membangun rumah milik salah satu orang tua siswa bernama Fikri melalui dukungan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan lainnya.
Pembangunan rumah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Pemkab Sumedang dengan berbagai pihak dalam memberikan dukungan langsung kepada keluarga siswa Sekolah Rakyat.
Pemkab Sumedang berharap penyediaan hunian layak tersebut dapat memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga siswa sekaligus mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat di daerah tersebut.