Koordinator Wilayah (Korwil) GKPI Jawa Bali, Pendeta Henri Marpaung, mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Camat Rajeg dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), yang telah memfasilitasi pertemuan dan koordinasi terkait relokasi tempat ibadah bagi jemaat GKPI.

"Terima kasih atas pertemuan kita bersama di sini, Pak Camat dan Pak KUA, yang telah menyambut kami dengan baik. Dan kami telah menerima kabar baik juga bahwa GKPI telah difasilitasi untuk beribadah di tempat yang layak atau nyaman untuk kami gunakan untuk beribadah," ujar Henri.

Henri menegaskan, pimpinan GKPI berkomitmen menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat. Terkait peristiwa penghentian ibadah yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, ia memastikan pihak GKPI tidak akan menempuh langkah hukum.

"Jadi secara tegas kami sampaikan, Pak Camat, kalau dari GKPI kami ada garis komando. Dengan kejadian yang hari Minggu yang lalu, kita tidak ada niat untuk mengajukan langkah apa pun ke jalur hukum, karena yang kita utamakan adalah ajaran kasih," tegasnya.

Sebelumnya, keributan yang melibatkan pria bergolok di depan GKPI Mauk Sepatan berakhir damai. Perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua pihak melakukan mediasi.

Mediasi digelar oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada di Kantor Kecamatan Rajeg pada Minggu (20/9) malam. Hadir dalam mediasi itu Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang.