NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengenalkan keberagaman budaya daerah melalui Festival Budaya Teluk Saumlaki dan Parade Laut (Snobar Roal) yang melibatkan perwakilan dari 10 kecamatan, dalam rangka memperingati HUT ke-27 kabupaten itu.
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Juliana Ch. Ratuanak dalam keterangan yang diterima di Ambon, Minggu mengatakan parade laut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan adat dan budaya Tanimbar kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
"Festival budaya dan parade laut ini menjadi salah satu cara kita memperkenalkan sekaligus menjaga budaya Tanimbar. Laut adalah bagian dari kehidupan masyarakat Tanimbar, sementara adat merupakan jati diri yang harus terus diwariskan," kata dia.
Festival Budaya Teluk Saumlaki dan Parade Laut mengusung tema "Laut adalah jalan hidup kita, Adat Tanimbar adalah jati diri kita".
Juliana mengatakan kekayaan budaya Tanimbar perlu terus dikembangkan agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dan mendukung pengembangan potensi daerah.
Menurut dia, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam mengenal, mempraktikkan, serta menjaga tradisi yang diwariskan leluhur.
Parade laut tersebut menghadirkan perahu adat dari 10 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Setiap perahu menampilkan busana adat dan tarian khas daerah masing-masing dengan melibatkan delapan pegiat budaya.
Juliana menilai keberagaman yang ditampilkan dalam parade tersebut menunjukkan kekayaan identitas budaya masyarakat Tanimbar yang hidup berdampingan dengan laut sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
"Ini menjadi momentum bagi kita untuk menunjukkan bahwa Tanimbar memiliki kekayaan budaya yang beragam. Anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya ini," ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Sanggar Titi Songa-OPJ dan BAPERA Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Selain parade laut, kegiatan diisi dengan jalan santai yang melibatkan siswa dan guru se-Kota Saumlaki, senam bersama, serta tarian penyambutan adat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berharap kegiatan berbasis budaya seperti itu dapat terus dikembangkan sebagai sarana pelestarian adat sekaligus memperkuat promosi potensi pariwisata daerah.
Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.