Sementara itu Camat Tanggunggunung Deddy Eka Purnama mengaku penolakan keberadaan makam elite tersebut telah terjadi lama. Warga yang menolak berdalih memiliki hak untuk melakukan pengelolaan lahan tersebut.

"Bukan sengketa lahan, tapi warga merasa memiliki hak untuk mengelola lahan," jelasnya.

Konflik terakhir terjadi pekan lalu saat pihak pengelola malam hendak memakamkan salah satu anggota keluarganya. Namun, mendapatkan penolakan dari warga.

"Akhirnya nggak jadi dan kalau tidak salah dimakamkan di Malang," imbuhnya.