NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui dinas perdagangan dan perindustrian setempat menyiapkan sebanyak 54 kali pasar murah di lima kecamatan sampai akhir tahun.

"Kita siapkan gelar pasar murah sampai 54 kali hingga akhir tahun ini," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ignasius Rizki Perdana Salan di Banjarmasin, Jumat.

Ia menyampaikan, gelar puluhan pasar murah ini adalah bagian untuk memperingati hari jadi (harjad) ke-500 kota setempat pada 2026.

Menurut dia, pasar-pasar murah ini digelar dari pengalihan anggaran untuk kemeriahan hari jadi yang semula untuk hiburan atau pesta rakyat, namun karena terjadi berbagai bencana maka dibatalkan.

Sesuai instruksi Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, ungkap Ignasius, perayaan hari jadi ditiadakan kegiatan yang bersifat kemeriahan atau pesta untuk empati berbagai kejadian besar yang menimpa masyarakat saat ini.

Diantaranya, mempertimbangkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kualitas udara, kekeringan, persoalan air bersih, serta musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang memakan banyak korban jiwa, bahkan banyak yang masih belum ditemukan.

"Keputusan itu ambil sebagai bentuk kepedulian di tengah banyaknya musibah dan bencana yang terjadi baru-baru ini," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, kegiatan dialihkan yang betul-betul bermanfaat dan membantu masyarakat, salah satunya pasar murah.

Ia menjelaskan, pasar murah bagi warga ini juga berkaitan memenuhi kebutuhan sembako bagi warga yang akan menghadapi momen peringatan haul akbar KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari (Abah Guru Sekumpul) pada 5 Rajab serta natal dan tahun baru (nataru).

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasa ada peningkatan harga pada momentum-momentum tersebut. Sehingga, guna mengendalikan harga dan menjaga daya beli masyarakat maka digelar pasar murah hingga akhir tahun.

Untuk setiap pasar murah ini sedikitnya menyiapkan 500 paket sembako bersubsidi, yakni berisi 2 kg gula dan 2 liter minyak goreng.

β€œDengan subsidi Rp24 ribu maka paket sembako dari Rp80 ribu harga per paketnya menjadi Rp56 ribu saja yang dapat dibeli masyarakat,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog terkait komoditas beras. β€œSoalnya beras merupakan salah satu penyumbang inflasi, jadi mencoba untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” demikian katanya.