NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyalurkan 100 unit mesin ketinting kepada nelayan tradisional untuk memperluas jangkauan melaut dan meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan bantuan tersebut bersumber dari pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Batam dengan nilai sekitar Rp500 juta atau Rp5 juta per unit.
“Bantuan ini diberikan kepada 40 kelompok usaha bersama (KUB). Penggunaan mesinnya nanti disepakati secara musyawarah oleh masing-masing kelompok sesuai kebutuhan anggota,” kata Yudi di Pulau Kasu Batam, Selasa.
Ia mengatakan sebanyak 50 unit mesin diserahkan kepada nelayan di Pulau Kasu, sementara nelayan dari Pecung, Lengkang dan sejumlah pulau lain di kawasan Sekanak Raya turut datang untuk menerima bantuan tersebut.
Yudi menjelaskan mesin ketinting berkapasitas 6,5 PK diperuntukkan bagi perahu dengan ukuran di bawah 1 GT
“Jadi biasanya dipakai pada sampan nelayan tradisional untuk menangkap ikan, kepiting maupun memasang rawai di wilayah pesisir dengan jarak tangkap hingga sekitar dua mil,” katanya.
Menurut Yudi, proses pengadaan bantuan tersebut juga telah melalui pendampingan Kejaksaan Negeri Batam untuk memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan dan regulasi pengadaan barang pemerintah.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas dan pendapatan nelayan.
“Semoga mesin ini digunakan dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi ekonomi masyarakat nelayan. Dengan mesin, jangkauan kerja menjadi lebih luas, waktu tempuh lebih singkat dan produktivitas hasil tangkapan dapat meningkat,” kata Amsakar.
Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil pokir dewan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses pada 2025.
Ia meminta penerima memanfaatkan mesin tersebut secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
“Kalau sebelumnya mencari rezeki dengan dayung tentu jangkauannya terbatas. Dengan mesin, perjalanan menjadi lebih cepat sehingga waktu untuk menangkap ikan bisa lebih banyak. Harapannya hasil tangkapan dan penghasilan nelayan ikut meningkat,” ujarnya.
Aweng mengatakan DPRD Batam juga berkoordinasi dengan Dinas Perikanan untuk memastikan penerima bantuan tepat sasaran.
“Kami sudah lakukan pendataan yang teliti, jadi yang sudah menerima tahun lalu tidak kami berikan lagi tahun ini karena sifat bantuan ini kan pemerataan,” kata dia.