Ia menyebut bahwa sebanyak 30 hingga 50 kelompok pembudidaya yang berpotensi menjadi penerima bantuan tersebut, dan dengan adanya dukungan sarana budidaya tersebut diharapkan dapat menambah jumlah fasilitas produksi, serta memberikan dampak terhadap produktivitas pembudidaya ikan.
Selain itu, pemerintah kota juga berharap agar program bantuan bioflok tersebut dapat menjadi salah satu upaya memperkuat sektor perikanan budidaya, khususnya dalam meningkatkan produksi ikan air tawar yang dikelola masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 23 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah tersebut telah siap menerima bantuan budidaya ikan dari pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Melalui bantuan budidaya ikan seperti bioflok, bibit ikan dan lainnya, menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu.