NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengerahkan 25 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu penanganan banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok.
"Personel yang diberangkatkan akan berkoordinasi dengan petugas setempat dan menjalankan tugas sesuai kebutuhan kondisi di lapangan, khususnya dalam upaya penyelamatan dan penanganan dampak bencana," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bukittinggi Joni Feri di Bukittinggi, Rabu.
Ia menyatakan tim yang terdiri dari 14 anggota Damkar dan 11 personel BPBD diberangkatkan dengan fokus utama pembersihan material sisa banjir bandang di area perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok.
"Kehadiran para petugas gabungan ini difokuskan untuk membantu penanganan darurat, pembersihan material sisa banjir bandang, serta mendukung kebutuhan logistik dan evakuasi di lapangan," ujarnya.
Joni mengatakan pengiriman personel merupakan panggilan kemanusiaan, sekaligus wujud sinergi antar kabupaten/kota di Sumbar dalam menghadapi musibah.
"Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan dapat langsung dirasakan masyarakat terdampak. Karena itu personel kami turun bersama-sama dengan daerah lain untuk membantu penanganan bencana di Solok," ucapnya.
Ia menegaskan Pemkot Bukittinggi berkomitmen untuk terus mendukung penanganan darurat ini hingga situasi di Kabupaten Solok kembali kondusif, yang mencerminkan kuatnya nilai-nilai kegotongroyongan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Joni menyatakan kehadiran personel Damkar dan BPBD Bukittinggi tidak hanya memperkuat tenaga evakuasi, tetapi juga menjadi suntikan moril yang menguatkan bagi masyarakat Kabupaten Solok untuk bangkit kembali.
Hingga saat ini bencana banjir bandang Solok terdata menimbulkan korban jiwa satu orang, satu orang hilang, belasan kantor Pemkab Solok rusak, serta ratusan warga terdampak.