Menurut dia, korban yang sudah mengadukan kejadian itu ada dua orang. Mereka sama-sama dimintai sejumlah uang sebelum keluar kantor.
"Untuk korbannya saat ini, sejauh ini, sudah ada dua, tapi baru satu yang datang untuk diperiksa, mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta, tidak boleh keluar dari kantor tersebut," ungkap Seala.
Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, polisi langsung bergerak mengecek lokasi yang dimaksud. Saat ini, kantor tersebut diketahui sudah tidak beroperasi.
"Jadi, semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut, nah, langsung. Saat ini, kantor tutup. Bisa dicek langsung ke Bungur, kan, dekat," ujar Seala.