NADIKABAR.COM β€” Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menjaring 195 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat 28 kilogram dalam operasi pengendalian populasi di Kali Pesanggrahan, RW 05, Kelurahan Meruya Utara, Jumat.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat Bety Rahmawati mengatakan ikan dengan nama ilmiah Pterygoplichthys pardalis tersebut merupakan spesies invasif yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

β€œIkan sapu-sapu juga melubangi tanggul kali atau saluran air yang dikhawatirkan berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur,” ujar Bety di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan operasi tersebut menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta terkait penanganan dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.

Operasi penangkapan dilakukan menggunakan jaring manual dengan menyisir area saluran air.

Kegiatan ini melibatkan Pusat Produksi, Inspeksi, dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), aparatur Kelurahan Meruya Utara, serta UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kembangan.

"Ikan sapu-sapu ditangkap dengan menggunakan jaring manual yang dioperasikan oleh petugas. Selama proses penangkapan, petugas menyisir area saluran air guna memastikan populasi ikan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu merusak struktur tanggul," jelasnya.

Dalam operasi penangkapan tersebut, lanjut Bety, petugas berhasil menjaring 195 ikan sapu-sapu dengan berat 28 kg.

"Hasil tangkapan ikan dikubur dalam kondisi mati di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan," ujarnya.

Ia berharap langkah preventif ini dapat mengurangi populasi ikan sapu-sapu secara bertahap sehingga perairan di wilayah Kecamatan Kembangan menjadi lebih sehat dan tidak membahayakan infrastruktur warga.

Sementara itu Lurah Meruya Utara, Agustiawan, mengapresiasi kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu yang diinisiasi Sudin KPKP Jakarta Barat di Kali Pesanggrahan.

"Kegiatan pelaksanaan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Pesanggrahan Meruya Utara sangat baik dalam upaya pelestarian ekosistem perairan darat dan mencegah kerusakan habitat,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta melindungi habitat biota air lainnya.