NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengebut pengerukan sedimen lumpur saluran penghubung (PHB) di Perumnas Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pengerukan yang dilakukan secara berkelanjutan itu dapat segera meningkatkan kapasitas saluran sehingga mengurangi potensi banjir.

"Hasil pengurasan lumpur saluran dibawa ke TPU Tegal Alur, di Walungan, Kalideres, agar bisa mengurangi titik banjir dan genangan secara signifikan pada tahun 2027," kata Iin saat meninjau lokasi pengerukan di Jakarta Barat, Rabu.

Menurut Iin, pengerukan sedimen di sejumlah saluran akan terus dilakukan hingga Desember 2026.

Sementara itu, Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Mustajab mengatakan pengerukan sedimen di PHB Perumnas Cengkareng telah dimulai sejak pekan kedua September 2026.

"Pengerukan lumpur awalnya dari SMK Cinta Kasih Tzu Chi dan di hilir terdapat pompa pengendali banjir dengan kapasitas enam meter kubik per detik," jelasnya.

Diketahui, pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 2,2 kilometer dengan lebar saluran sekitar delapan meter dan kedalaman pengerukan mencapai 1,5 meter.

"Jika seluruh bagian saluran dikeruk, volume sedimen yang dapat diangkat diperkirakan mencapai 245.000 meter kubik dan ditampung di tempat penyimpanan sekitar lokasi," kata dia.

Mustajab menjelaskan cakupan PHB tersebut meliputi kawasan Perumnas, area Yayasan Buddha Tzu Chi, hingga kawasan di sisi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Seluruh area tangkapan air (catchment area) tersebut mengarah ke pompa Perumnas.

Saat ini, pengerukan sedimen dilakukan di 13 titik saluran air. Sejumlah titik baru juga ditambahkan, antara lain Kali Grogol di Jalan Latumenten dan Kali Grogol di Kemanggisan.

"Pengerjaan sudah dimulai sejak awal tahun dan sistemnya kita berpindah-pindah lokasi pengerukan," pungkas Mustajab.