Di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kata dia, pemahaman wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting bagi generasi muda.

Menurutnya, pemberitaan yang berimbang dan profesional dari media massa berperan penting dalam meredam potensi konflik di masyarakat, termasuk aksi tawuran antar pelajar.

"Kita harapkan insan pers bisa memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," ucapnya.

Syafrin berharap, sinergisitas antara pemerintah, aparat penegak hukum, insan pers, tenaga pendidik, dan pelajar dapat membentuk generasi muda Jakarta Selatan yang cerdas dalam bermedia, memiliki karakter kuat, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan.

Ia berpesan kepada para guru pendamping agar meneruskan edukasi mengenai literasi digital dan wawasan kebangsaan kepada siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut.