Ia berharap melalui kegiatan ini dapat membentuk generasi muda Jakarta Utara yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran politik, integritas, serta sikap demokratis dalam kehidupan bermasyarakat

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, M. Reza Phahlevi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus sarana mengukur pemahaman pelajar terhadap etika politik dan prinsip demokrasi.

Sasaran utama kegiatan ini adalah pelajar yang akan memasuki usia 17 tahun atau pemilih pemula agar mereka tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami proses demokrasi secara utuh.

“Kami ingin generasi muda tidak sekadar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tetapi juga memahami makna di balik setiap proses demokrasi dan mampu menyikapi perbedaan dengan dewasa,” katanya.