NADIKABAR.COM β Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara (Jakut) mengatakan pembangunan wilayah harus dilengkapi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) sehingga kualitas manusia di daerah setempat menjadi lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan dalam pelantikan kader Tamhidul Muballighah Angkatan ke-8 dan dai cilik di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
βPembangunan wilayah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembinaan spiritual masyarakat,β kata Fredy di Masjid Raya JIC, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Menurut dia, pembangunan tidak cukup bertumpu hanya pada infrastruktur, tetapi harus diimbangi dengan pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Dia pun menyebutkan ada tiga pesan penting kepada para peserta. Pertama, dakwah Islam harus disampaikan secara sejuk dan santun untuk mempererat persatuan masyarakat.
Kedua, kader muballigh diharapkan berperan aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial. Ketiga, dai cilik perlu membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Kepada anak-anakku para dai cilik, teruslah belajar dan berbakti kepada orang tua serta guru. Terapkan akhlak mulia melalui kejujuran, menjaga kebersihan lingkungan, dan semangat gotong royong," ujar Fredy.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mutiara Al-Aβla Ummul Barqi mengatakan kegiatan Tamhidul Muballighah Angkatan ke-8 dan dai cilik merupakan hasil kolaborasi Majelis Taklim Al-Aβla di tiga kecamatan, yakni Tanjung Priok, Koja, dan Cilincing, dengan dukungan dari Pengurus Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ).
Dia menuturkan acara pelantikan itu dirangkaikan dengan Tabligh Akbar bertema "Mendidik dengan Cinta, Mengasuh dengan Ilmu, dan Menginspirasi dengan Keteladanan".
"Alhamdulillah, kami bersyukur 43 peserta pelatihan Tamhidul Muballighah Angkatan ke-8 telah dinyatakan lulus," tutur Barqi
Dia memaparkan program pelatihan tersebut membekali para kader dengan kemampuan berbicara di depan umum, retorika persuasif, serta pemahaman psikologi jemaah.
Pembekalan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pesan keagamaan secara efektif dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
"Mendidik anak harus meneladani Rasulullah, dengan mengedepankan kasih sayang dan keteladanan orang tua dalam beribadah maupun bergaul. Kami ingin melahirkan generasi pendakwah berakhlak mulia yang mampu menjadi teladan di lingkungannya," ungkap Barqi.