Menurut dia, kesiapan venue bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan atlet yang telah berlatih dan menaruh harapan untuk memberikan prestasi terbaik.

β€œSetiap fasilitas yang kita siapkan dengan baik sebenarnya adalah bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh dan menaruh harapan di setiap arena pertandingan,” ujarnya.

Christian berharap visitasi selama tiga hari dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk membenahi fasilitas olahraga di Kota Kupang.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari KONI Pusat, KONI Provinsi, KONI daerah hingga induk cabang olahraga, untuk memperkuat kerja sama.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno menjelaskan, tim visitasi terdiri dari jajaran KONI Pusat dan delegasi teknis dari induk cabang olahraga yang bertugas melakukan penilaian sekaligus finalisasi venue PON 2028.

Visitasi tidak hanya dilakukan di Kota Kupang, tetapi juga sejumlah daerah lain di NTT, antara lain Rote untuk selancar ombak, Labuan Bajo untuk layar, Alor untuk aeromodeling, Ende untuk arung jeram, serta sejumlah wilayah di Sumba dan kabupaten lainnya.