Menurut Suwarno, hasil finalisasi akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan venue untuk setiap cabang olahraga.

β€œTidak mungkin kita melakukan PON mempertandingkan cabang-cabang olahraga dengan venue yang boleh dikatakan tidak standar,” tegasnya.

Suwarno juga menekankan pentingnya persiapan akomodasi dan pelayanan sejak dini. Dengan jumlah atlet yang diperkirakan mencapai 5.000–6.000 orang dan total rombongan dapat mencapai 12.000–15.000 orang, koordinasi dengan hotel serta berbagai pihak perlu dilakukan lebih awal agar kebutuhan akomodasi dapat terpenuhi.

Ia juga meminta seluruh potensi di NTT dilibatkan dalam penyelenggaraan PON 2028.

Menurut dia, PON merupakan kegiatan besar yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor agar pelaksanaannya dapat berjalan baik dan diharapkan menjadi penyelenggaraan terbaik dibandingkan PON sebelumnya.

β€œKami sengaja menyampaikan catatan ini di awal supaya ada persiapan yang lebih baik,” ujarnya.