NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mempercepat pembenahan fasilitas pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dengan menindaklanjuti rekomendasi tim visitasi venue guna memastikan kesiapan infrastruktur dan mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut.

β€œIni kesempatan bagi kami untuk berbenah. Dengan adanya tim visitasi ini, kami tahu mana yang kurang. Kami juga terbuka terhadap semua penilaian. Jangan ragu, jangan sungkan, karena kami ingin berbenah supaya nanti kami betul-betul siap menghadapi PON 2028,” kata Wali Kota Kupang Christian Widodo, di Kupang, Jumat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Tim Visitasi Venue PON 2028 yang telah datang ke Kota Kupang dan memberikan berbagai masukan terkait kesiapan venue serta infrastruktur pendukung.

"Pemerintah Kota Kupang terbuka terhadap seluruh penilaian karena masih tersedia waktu yang cukup untuk melakukan pembenahan sebelum PON 2028," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masukan Waketum KONI Pusat dan menyatakan kesiapan Kota Kupang untuk belajar dari pengalaman daerah lain.

Terkait hasil visitasi, Christian mengatakan kebutuhan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTT akan diteruskan kepada Gubernur NTT, sementara Pemkot Kupang akan menindaklanjuti hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah kota, termasuk infrastruktur pendukung seperti jalan dan fasilitas di sekitar venue.

Menurut dia, kesiapan venue bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan atlet yang telah berlatih dan menaruh harapan untuk memberikan prestasi terbaik.

β€œSetiap fasilitas yang kita siapkan dengan baik sebenarnya adalah bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh dan menaruh harapan di setiap arena pertandingan,” ujarnya.

Christian berharap visitasi selama tiga hari dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk membenahi fasilitas olahraga di Kota Kupang.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari KONI Pusat, KONI Provinsi, KONI daerah hingga induk cabang olahraga, untuk memperkuat kerja sama.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno menjelaskan, tim visitasi terdiri dari jajaran KONI Pusat dan delegasi teknis dari induk cabang olahraga yang bertugas melakukan penilaian sekaligus finalisasi venue PON 2028.

Visitasi tidak hanya dilakukan di Kota Kupang, tetapi juga sejumlah daerah lain di NTT, antara lain Rote untuk selancar ombak, Labuan Bajo untuk layar, Alor untuk aeromodeling, Ende untuk arung jeram, serta sejumlah wilayah di Sumba dan kabupaten lainnya.

Menurut Suwarno, hasil finalisasi akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan venue untuk setiap cabang olahraga.

β€œTidak mungkin kita melakukan PON mempertandingkan cabang-cabang olahraga dengan venue yang boleh dikatakan tidak standar,” tegasnya.

Suwarno juga menekankan pentingnya persiapan akomodasi dan pelayanan sejak dini. Dengan jumlah atlet yang diperkirakan mencapai 5.000–6.000 orang dan total rombongan dapat mencapai 12.000–15.000 orang, koordinasi dengan hotel serta berbagai pihak perlu dilakukan lebih awal agar kebutuhan akomodasi dapat terpenuhi.

Ia juga meminta seluruh potensi di NTT dilibatkan dalam penyelenggaraan PON 2028.

Menurut dia, PON merupakan kegiatan besar yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor agar pelaksanaannya dapat berjalan baik dan diharapkan menjadi penyelenggaraan terbaik dibandingkan PON sebelumnya.

β€œKami sengaja menyampaikan catatan ini di awal supaya ada persiapan yang lebih baik,” ujarnya.