Pada tahun lalu, lanjutnya, pelaksanaan Hoyak Tabuik diselingi dengan berbagai kegiatan salah satunya Ekraf Fest Bandagala (Bandar Dagang Laut) yang di dalamnya terdapat pertunjukkan yang tidak sesuai dengan Tabuik yaitu Barongsai.

Ia menyampaikan, karena Barongsai tidak sesuai dengan Hoyak Tabuik serta adanya saran dari tokoh Tabuik maka pada 2027 kesenian khas Tionghoa itu tidak masuk ke dalam kegiatan pendukung.

"Karena itu kami cari kegiatan lain yang dapat mendukung pelaksanaan Hoyak Tabuik 2027," ujarnya.

Kadis mengatakan Hoyak Tabuik merupakan kegiatan wisata dan budaya terbesar dari Sumbar karena dapat mendatangkan ratusan ribu pengunjung dalam waktu bersamaan pada satu kegiatan.