AHY menyampaikan pembangunan fasilitas IPAL memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan air limbah rumah tangga dan industri di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Menurut dia, limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Karena itu, keberadaan fasilitas pengolahan air limbah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kota besar seperti Jakarta.

Pembangunan IPAL Zona 1 Pluit menelan anggaran sekitar Rp7,7 triliun dengan progres pembangunan yang telah mencapai kurang lebih 76 persen.

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada September 2027 dan diproyeksikan dapat melayani sekitar satu juta penduduk atau 220 ribu rumah tangga di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.