Agus menambahkan pembangunan fasilitas ini juga harus didukung dengan jaringan perpipaan agar pengelolaan air limbah dapat berjalan optimal.
Air hasil pengolahan nantinya akan dialirkan ke Waduk Pluit dengan kapasitas sekitar 3.000 liter per detik.
"Ini merupakan infrastruktur dasar yang memang dibutuhkan masyarakat, khususnya terkait air bersih. Pengelolaannya harus dilakukan secara modern agar memberikan dampak langsung bagi warga," kata dia.
Pembangunan IPAL Zona 1 Pluit menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat infrastruktur dasar di Jakarta.
Dengan pengelolaan air limbah yang lebih baik, kualitas lingkungan diharapkan semakin terjaga dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan.