Hendra menuturkan Makassar MCH juga menjadi ruang interaksi, konsolidasi, dan pertumbuhan bagi talenta kreatif. Ekosistem tersebut mempertemukan pelaku UMKM, komunitas, hingga entitas bisnis dengan industri kreatif.
"Oleh karena itu, dari berbagai permasalahan dan potensinya, Makassar Creative Hub ini diciptakan sebagai ruang interaksi, konsolidasi, serta ruang tumbuh bagi seluruh talenta kreatif di Kota Makassar baik melalui pendekatan UMKM, ekosistem, maupun entitas bisnis dalam menghubungkan mereka ke industri kreatif yang mandiri," jelasnya.
Menurut Hendra, Garuda Spark hadir pada waktu yang tepat untuk memperkuat ekosistem tersebut. Dia menyebut teknologi kini tidak hanya menjadi alat, tetapi juga menjadi ekosistem yang menghubungkan talenta muda dengan berbagai peluang.
"Garuda Spark Innovation Hub hadir tepat pada waktunya. Melalui tema 'Building City-Scale Digital Ecosystem: Connecting Talent, Innovation, and Community', kita diajak untuk melihat teknologi tidak hanya sebagai alat, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan talenta muda dengan berbagai peluang yang selama ini sering kali terhambat oleh jarak dan akses," katanya.
Dia menambahkan terdapat keselarasan tim redaksi misi GSIH dengan visi pariwisata Kota Makassar. Menurutnya, perkembangan pariwisata ke depan tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital.
"Pariwisata masa depan adalah pariwisata yang didukung oleh teknologi: mulai dari promosi digital, pengalaman wisata yang dipersonalisasi, hingga solusi cerdas untuk mengoptimalkan pengelolaan destinasi," ungkap Hendra.
Sementara itu, Direktur Makassar Creative Hub Muhammad Sabiq mengatakan kolaborasi dengan Garuda Spark menjadi kabar baik bagi ekosistem digital dan startup di Makassar. Pihaknya memiliki sekitar 600 data pengguna MCH dari berbagai sektor ekonomi kreatif.
"Kerja sama Garuda Spark ini tentu menjadi penanda bagi ekosistem kabar baik bagi ekosistem digital dan startup di Kota Makassar. Tentu saja kami kemarin berusaha memaksimalkan basis data (database) yang ada. Jadi, kalau di MCH (Makassar Creative Hub) itu, ada sekitar 600 data pengguna dari lintas sektor ekonomi kreatif," kata Sabiq.
Sabiq menjelaskan data tersebut dapat digunakan untuk memetakan pelaku ekonomi kreatif berdasarkan sektor. Mulai dari developer, teknologi informasi, digital, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).