NADIKABAR.COM — Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menilai pelatihan pembuatan ondel-ondel dan gigi balang penting untuk menjaga regenerasi perajin sekaligus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya Betawi.

"Kegiatan ini sangat penting untuk generasi muda, khususnya Betawi agar ke depan bisa membuat ondel-ondel dan gigi balang dengan aturan yang sudah dibuat," kata Arifin dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan pelatihan pembuatan ondel-ondel dan gigi balang merupakan salah satu bentuk implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

Ia menyebut terdapat 11 jenis ikon yang di dalamnya termasuk kesenian ondel-ondel dan gigi balang.

Menurut Arifin, keterampilan membuat ornamen budaya Betawi yang dilaksanakan oleh Bamus Suku Betawi 1982 itu perlu diwariskan kepada generasi muda agar keberadaan perajin tidak terputus ketika para perajin saat ini tidak lagi aktif.

"Kita ingin jangan sampai anak keturunan kita tidak bisa membuatnya, yang hanya tahu melihatnya saja. Nanti kalau perajin yang sekarang sudah tidak aktif kita jangan sampai kebingungan," ujarnya.

Ia mengatakan pelatihan tersebut juga berpotensi meningkatkan kegiatan ekonomi kreatif, khususnya melalui pengembangan usaha kerajinan berbasis identitas budaya Betawi.

Arifin berharap hasil pelatihan dapat dikembangkan bersama Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) agar produk kerajinan memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan bagi para wirausaha.

Ia juga berharap lokasi pelatihan dapat berkembang menjadi sentra pembuatan ondel-ondel di Jakarta sekaligus menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat di wilayah lain.

"Dari lokasi tersebut semoga kita tularkan untuk tempat yang lain dan jadi sentral lokasi pembuatan Ondel-Ondel di Jakarta," ujar Arifin.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Harian DPP Bamus Suku Betawi 1982, Agus Rahman, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kolaborasi masyarakat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melestarikan budaya dan kesenian Betawi.

Menurut dia, Bamus Suku Betawi 1982 sebelumnya telah mengadakan berbagai pelatihan kerajinan dan kuliner tradisional, seperti pembuatan kerak telur, kebaya kerancang, elang bondol dan batik yang juga termasuk dalam ikon budaya Betawi.

"Kami sudah melaksanakan pelatihan seperti ini tidak hanya ondel-ondel dan gigi balang. Sebelumnya kami pernah adakan pelatihan pembuatan kerak telur, kebaya kerancang, elang bondol, batik, dan lain-lain," kata Agus.