Hebi menjelaskan, pendampingan ini akan membantu para pelaku IKM untuk memenuhi prosedur kelayakan sesuai ketentuan ekspor serta diajarkan bagaimana cara menawarkan produk secara cepat dan menarik.
"Nah, ini kita bantu, kita dorong industri kecil menengah untuk memenuhi syarat-syarat ekspor. Yang mengkurasi nanti ya Export Center tadi, dia kan punya buyer-buyer (pembeli) dari luar negeri. Nanti oleh ITS diajarkan bagaimana menawarkan barang secara cepat dan membuat produk itu menarik," ucapnya.
Hebi menyebutkan, coaching clinic tersebut akan digelar berkelanjutan menyesuaikan klasifikasinya.
"Untuk industri kecil menengah yang baru mulai, dan sudah kawakan atau advance, bagaimana cara kita memberikan coaching clinic nya, perbaikan-perbaikan baik itu produk dan cara ekspornya," ucapnya.