"Pas disuruh menepi terus dibuka, didapati mi itu jeriken semua di dalam. Ada 22 jeriken, selang, sama dinamo mesin, baru kursi belakangnya tidak ada," ungkapnya.

Selain modifikasi kabin, petugas juga mendapati adanya pemalsuan identitas kendaraan pada mobil tersebut. Pelat nomor yang terpasang terbukti tidak sesuai dengan data resmi saat dicek melalui sistem.

"Pas saya cek nomor platnya di aplikasi, beda jenis mobilnya. Kutanya 'mana pelat aslinya?', baru pergi diambil dan ternyata pelat aslinya kode Sulbar, dia pakai pelat gantung," jelas Jamaluddin.

Dari hasil pemeriksaan awal, pengemudi mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Kabupaten Polewali Mandar. Pelaku berniat berburu solar subsidi di sejumlah SPBU wilayah Parepare untuk dijual kembali.