NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memilih menggandeng content creator (kreator konten) untuk mengedukasi wisatawan soal aturan berwisata di kawasan konservasi. Cara ini ditempuh karena sosialisasi konvensional seperti penyebaran brosur dinilai belum efektif.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali Putu Sumardiana mengatakan edukasi melalui media sosial diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wisatawan dalam menjaga ekosistem laut.
"Selama ini saya sudah membuat brosur sudah acara sosialisasi, tapi kayaknya belum efektif gitu. Nah mudah-mudahan dengan viral ini kesadaran masyarakat tumbuh," kata Sumardiana, Selasa (1/9/2026).
Sumardiana menuturkan sosialisasi menyasar titik konservasi seperti Nusa Penida dan Tulamben. Para kreator konten tidak hanya membuat konten untuk memperkenalkan keindahan kawasan tersebut, tetapi juga menyampaikan batasan aktivitas yang boleh dilakukan wisatawan.
"Nantinya content creator menyampaikan ke khalayak ramai, baik itu masyarakat lokal, wisatawan asing, artinya seluruh masyarakat bahwa Bali itu mempunyai beberapa titik kawasan konservasi," ungkapnya.
Ia mencontohkan, wisatawan yang telah membayar retribusi bukan berarti bebas melakukan aktivitas apa pun di kawasan konservasi.
"Kalau kita berenang kalau kita sudah membayar retribusi bukan berarti kita sudah bebas melakukan apapun di kawasan konservasi? Ya enggak begitu konsepnya," tutur Sumardiana.
Karena itu, lanjutnya, content creator berperan meluruskan disinformasi yang berkembang di publik. Hal tersebut termasuk informasi mengenai penggunaan dana retribusi.
Saat ini kawasan Tulamben masih dalam tahap pendekatan dan sosialisasi masif terkait retribusi. Sementara di Nusa Penida sudah ditetapkan bahwa wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 100 ribu dan domestik Rp 10 ribu.
"Harapan saya mudah-mudahan nanti dengan kegiatan sosialisasi melalui media sosial dan conten creator banyak masyarakat luas tahu dan memahami hak dan kewajibannya untuk khususnya melaksanakan kegiatan wisata air, baik itu snorkeling maupun diving," tandas Sumardiana.