NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengajak para agen perubahan (agent of change), termasuk kader kesehatan, pejabat birokrasi, dan tenaga medis untuk mendorong masyarakat agar hidup sehat, sehingga terhindar dari penyakit, termasuk yang tidak menular."Para agent of change bisa menjadi pionir-pionir dalam rangka perubahan berlaku masyarakat di instansinya masing-masing, yang nantinya, harapannya, bisa menyebar ke seluruh masyarakat yang ada di DKI Jakarta," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta Arif Syaiful Haq dalam seminar "Agent of Change" di Jakarta, Senin.Menurut dia, mendorong masyarakat untuk hidup sehat, termasuk aktif dalam beraktivitas, merupakan sebuah pekerjaan besar dan tidak dapat dilakukan sendirian oleh Dinas Kesehatan beserta jajarannya di puskesmas maupun di rumah sakit. Di sisi lain, tantangan masyarakat di Jakarta untuk hidup sehat relatif sulit.

Dia mengatakan pola hidup sedenter (banyak duduk) ditambah dengan segala kemudahan, seperti transportasi, menyebabkan masyarakat kurang bergerak, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular."Dengan gadget di genggaman tangan kita, mau ke mana-mana, jarak-jarak 100-200 meter, akhirnya pesan ojek dan lain sebagainya. Itu membuat faktor risiko untuk terjadinya penyakit tidak menular, terutama juga obesitas, itu sangat tinggi di DKI Jakarta," ujar Arif.