Dia pun menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemprov DKI bersama para agen perubahan untuk tetap mendorong masyarakat agar mau hidup sehat."Itu adalah sebuah tantangan, terkait dengan bagaimana cara kita untuk tetap semangat, untuk tetap kita mengajak masyarakat di sekitar kita, di lingkungan kita, untuk sama-sama kita hidup sehat," pungkas Arif.Merujuk hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga triwulan II tahun 2026, diketahui obesitas menjadi salah satu temuan penyakit terbanyak pada masyarakat DKI Jakarta, yakni 612.548 orang dari 1.944.494 orang yang diskrining (31,5 persen).Masalah kesehatan yang juga dialami warga Jakarta, yaitu faktor risiko stroke pada peserta berusia lebih dari 40 tahun dengan penyakit hipertensi dan diabetes, yakni 39.652 orang dari 60.185, serta kurang aktivitas fisik sebanyak 555.083 orang dari 1.800.834 orang yang mengikuti skrining aktivitas fisik.Sementara itu, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 memperlihatkan angka obesitas di Jakarta mencapai 31,8 persen atau naik dari 21,3 persen pada 2018. "Memang obesitas di Jakarta ini merupakan salah satu kondisi yang mengkhawatirkan. Kita coba bersama-sama mengajak masyarakat DKI Jakarta untuk bisa lebih sehat lagi," tutur Arif.
Nasional
HALAMAN 2 DARI 2
Pemprov DKI ajak agen perubahan dorong masyarakat hidup sehat
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengajak para agen perubahan (agent of change), termasuk kader kesehatan, pejabat birokrasi, dan t
NASIONAL
📖 Baca Juga
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.