Proses seleksi ketat yang melibatkan ratusan kelurahan di ibu kota ini dinilai mampu menjadi model percontohan yang aplikatif.

"Harapannya nanti setelah 5 tahun ini selesai maka BSA ini bisa dibawa ke tingkat regional bahkan internasional. Jadi bisa menjadi pilot project dan mungkin ditiru oleh negara-undang lain," ujar Tona.

Pemprov menyatakan, peningkatan daya saing internasional harus dibangun dari fondasi akar rumput. Keterlibatan aktif para lurah dalam merawat wilayah masing-masing menjadi kunci agar pembangunan perkotaan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, ajang ini secara khusys menggarisbawahi pada aspek fundamental seperti kebersihan, kenyamanan, keindahan lingkungan, hingga penerapan teknologi terapan di tingkat tapak.

Melalui kompetisi yang sehat, setiap wilayah didorong untuk memunculkan kreativitas dan inovasi pelayanan publik yang bersumber dari partisipasi warga secara mandiri.