Dia juga mengapresiasi kiprah Rano di dunia perfilman dan menyambut positif rencana Jakarta mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian kota."Saya mengetahui Jakarta memiliki rencana untuk memajukan industri perfilman," kata dia.
Menurut Kim, Busan telah menjadikan industri perfilman sebagai salah satu identitas kotanya. Sejak penyelenggaraan Busan International Film Festival (BIFF) pada 1996, kota tersebut berkembang menjadi salah satu pusat perfilman terkemuka di Asia.
Posisi tersebut semakin kuat setelah UNESCO menetapkan Busan sebagai UNESCO Creative City of Film pada 2014. Busan menjadi kota pertama di Asia yang memperoleh predikat tersebut.
Kim mengatakan Pemerintah Kota Busan memberikan dukungan sekitar separuh dari anggaran penyelenggaraan festival film internasional tersebut setiap tahun.
Dukungan itu, sambung dia, menjadi bagian dari komitmen Busan untuk memperkuat posisinya sebagai kota film di Asia sekaligus pusat perfilman dunia.