NADIKABAR.COM — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta mendorong lebih banyak komunitas, khususnya yang berfokus pada gerakan literasi untuk mengadakan kegiatan di perpustakaan.
"Kami arahkan pengembangan komunitas perpustakaan itu muncul. Saya yakin banyak sekali gerakan literasi yang ada di Jakarta, hadir di perpustakaan di situ dan mengadakan acara-acara kegiatan di perpustakaan," kata Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Dia mencontohkan, di Perpustakaan Jakarta saja sudah lebih dari 700 aktivitas yang diadakan dalam satu tahun.
Menurut Nasruddin, kegiatan-kegiatan yang diadakan di perpustakaan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang ke perpustakaan. Inilah yang menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menarik minat masyarakat mengunjungi perpustakaan.
Selain upaya tersebut, dia meyakini faktor lain yang ikut berperan agar perpustakaan dikunjungi masyarakat, yakni ketersediaan buku dan layanan yang memadai.
"Tahap pertama perpustakaan itu kesediaan buku. Tahap kedua perpustakaan maju karena layanannya. Tahap ketiga, perpustakaan itu baru nyata kalau memang dia membangun komunitas," kata Nasruddin.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga memanfaatkan teknologi berupa aplikasi Jaklitera yang dapat dipakai sebagai akses masuk menggantikan kartu keanggotaan perpustakaan-perpustakaan yang ada di Jakarta.
Jaklitera juga menyediakan informasi buku-buku yang disediakan di perpustakaan dan agenda atau kegiatan yang akan diadakan di sana.
"Kurang lebih yang terdaftar dalam Jaklitera ada 900 ribu. Kami berharap juga semakin banyak masyarakat mendaftarkan, semakin baik. Berarti dia termasuk anggota perpustakaan kami," kata Nasruddin.