Para peserta yang terdiri dari tour operator dan travel agent mancanegara dari Filipina, Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, India, Yunani, Malaysia, Taiwan, Aljazair, Bangladesh, Nigeria, Korea Selatan, Kroasia, hingga Thailand diajak mengenal destinasi wisata unggulan, kekayaan budaya, produk pariwisata, serta pengalaman perkotaan yang ditawarkan Jakarta.

Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan bus wisata khusus yang membawa delegasi mengelilingi sejumlah sudut ikonik Jakarta. Melalui konsep open dining, para peserta dapat menikmati sajian kuliner khas sekaligus menyaksikan lanskap perkotaan modern sepanjang perjalanan.

Selain memperkenalkan destinasi wisata, JWITF 2026 juga memfasilitasi pertemuan antarpelaku industri melalui jamuan makan malam. Welcome dinner diselenggarakan di House of Tugu pada Kamis (15/10), sedangkan networking dinner berlangsung di Hotel Borobudur pada Jumat (16/10), sebagai wadah bagi para buyer dan exhibitor untuk mempererat hubungan bisnis dalam suasana yang lebih santai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari menyampaikan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi berbagai destinasi dan pelaku industri pariwisata nasional untuk bertemu langsung dengan pasar internasional.

"Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional. Penyelenggaraan JWITF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis semata, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata nasional," tutur Lucky.

Ia menambahkan City Tour serta Networking Dinner di Kota Tua dan Hotel Borobudur menjadi simbol upaya bersama dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang autentik, berkualitas, dan berdaya saing di mata pasar global.