NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau harga dan ketersediaan pangan.

β€œPemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat, salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan monitoring bersama Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga dan Mutu Beras sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 369 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Tahun 2026,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok saat dihubungi, Kamis.

Melalui kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta perlindungan mutu dan keamanan pangan bagi konsumen dapat terpantau dengan baik.

Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan upaya lainnya untuk menjaga harga dan ketersediaan pangan di ibu kota.

β€œDalam rangka mitigasi pasokan dan harga bahan pangan di musim kemarau ini, beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, antara lain terus mendorong pelaksanaan pertanian perkotaan (urban farming) mulai dari tingkat rumah tangga melalui pemanfaatan lahan terbatas di DKI Jakarta untuk penanaman tanaman cepat panen,” tutur Hasudungan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar melalui penyediaan pangan mandiri di tingkat keluarga atau rumah tangga.

Selain itu, urban farming juga diharapkan dapat berperan dalam stabilisasi harga pangan yang berdampak pada terjaganya inflasi daerah.

β€œDalam hal penyediaan pangan sekaligus stabilisasi harga pangan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta melaksanakan program penyediaan pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu atau pangan subsidi,” ungkap Hasudungan.

Menurut dia, dalam program tersebut, masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh enam komoditas pangan, yaitu beras premium 5 kg, daging sapi 1 kg, daging ayam 1 ekor (setara 0,9-1 kg), telur ayam 1 tray, ikan kembung 1 kg dan susu UHT 1 karton berisi 24 buah (masing-masing berukuran 200 ml) seharga Rp126.000.