NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji penerapan ganjil genap di sejumlah ruas jalan yang terdampak pembangunan MRT Jakarta, salah satunya Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.
"Yang pertama, yang berkaitan dengan ganjil genap, beberapa ruas yang selama ini terdampak dari ganjil genap dan juga pembangunan MRT, maka Pemerintah DKI bersama dengan jajaran DPRD Provinsi DKI Jakarta sedang mengkaji hal tersebut," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, setelah pembangunan MRT, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas tersebut akan berubah, sehingga penerapan ganjil genap perlu dikaji kembali.
Terkait penerapan ganjil genap, kata dia, perlu dilakukan kajian untuk menentukan penerapan aturan tersebut lebih lanjut di ruas-ruas jalan itu.
"Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya, sedang kita kaji untuk segera diputuskan," kata Pramono.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi penerapan ganjil genap yang telah berlangsung selama 10 tahun di Jakarta.
Evaluasi tersebut tidak hanya melihat dampak ganjil genap terhadap kemacetan, tetapi juga pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi.
Penerapan ganjil genap selama ini dinilai membantu mengurangi kemacetan, namun di sisi lain juga memengaruhi kondisi ekonomi warga.
"Di satu sisi, perekonomian menjadi kondisi yang terdampak terkait itu, ya, ada beberapa yang mati. Nah, ini juga akan kita lihat kembali nantinya," tutur Budi.
Meski demikian, sampai dengan saat ini, belum ada perubahan terhadap rute ganjil genap.
Budi menyebutkan Dishub DKI masih mengumpulkan bahan evaluasi sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.
"Belum ada perubahan. Kita masih hanya melihat saja dan mengevaluasi saja, melihat yang 10 tahun ganjil genap ini," ungkap Budi.