NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kegiatan belajar mengajar siswa SDN Baru 05 Pagi, Pasar Rebo, Jakarta Timur tetap berjalan sembari menunggu pembangunan gedung sekolah tersebut.
"Dinas Pendidikan bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur, Satuan Pelaksana (Satlak) Pendidikan Kecamatan, dan pihak sekolah memastikan kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa SDN 05 Baru," kata Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan (UPPSP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta Epharem Widjojo Sianturi di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan pihaknya memiliki sejumlah langkah untuk memastikan siswa tetap memperoleh layanan pendidikan secara layak selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah, salah satunya dengan mengatur jadwal belajar yang kondusif serta memenuhi fasilitas pendukung bersama guru dan tenaga kependidikan.
Siswa SDN Baru 05 Pagi, kata dia, sampai dengan saat ini masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di gedung SDN Baru 06 Pagi yang berada di seberangnya.
"Jadi, ada pengaturan jadwal belajar yang kondusif, misalkan sistem shift pagi, siang, atau sore. Kami juga melakukan monitoring berkala oleh pengawas sekolah dan Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan dan Sudin (suku dinas) guna memastikan kenyamanan, keamanan, serta pemenuhan hak belajar siswa," ujar Epharem.
Menurut dia, koordinasi antara Dinas Pendidikan, jajaran pendidikan di wilayah Jakarta Timur, dan pihak sekolah merupakan bagian penting dalam menjaga agar kondisi sementara tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pembangunan kembali SDN 05 Baru sebagai upaya menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai bagi para siswa.
Epharem mengatakan pembangunan sekolah tersebut telah melalui tahapan perencanaan secara bertahap sejak 2023 dan tidak mengalami penghentian. Saat ini, prosesnya telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa konstruksi.
"Proses perencanaan pembangunan terus berjalan secara bertahap sejak tahun 2023 dan tidak mengalami penghentian," tutur Epharem.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan pembangunan beberapa sekolah yang rusak di Jakarta dimulai pada September 2026.
Terkait anggaran pembangunan, kata dia, sebagian mengambil dana dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat 22 sekolah yang telah memperoleh rekomendasi teknis untuk dilakukan rehabilitasi total.
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh sekolah telah mendapat alokasi pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026-2027, sedangkan empat sekolah dengan kondisi paling kritis akan dipercepat penanganannya pada tahun ini.