NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta.

"Sekali lagi, dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan kalau pasarnya baik, saya mengizinkan PAM JAYA untuk IPO di tahun 2027 nanti," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Halte Bendungan Hilir PAM JAYA Jakarta, Minggu.

Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan persiapan perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai sekitar 93 persen.

"Persiapan kami sudah, mungkin kalau di-scoring-kan, sudah angka 93 persen. Jadi, saat ini kami masih terus ingin menyelesaikan beberapa hal internal dan eksternal," ujar Arief.

Dia menjelaskan salah satu tahapan yang masih berjalan, yaitu memperoleh persetujuan DPRD DKI Jakarta terkait rencana IPO tersebut.

Menurut Arief, setelah persetujuan itu diperoleh, maka PAM JAYA akan menyelesaikan laporan audit untuk laporan keuangan tahun buku 2026.

Lebih lanjut, dia menuturkan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari persiapan perusahaan untuk melantai di bursa.

Arief menegaskan kondisi pasar modal tetap menjadi salah satu pertimbangan PAM JAYA dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO. Hal tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko sebelum perusahaan menawarkan saham kepada publik.

Dengan demikian, Pemprov DKI berharap PAM JAYA dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta.

Lebih jauh, PAM JAYA ditargetkan mampu memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih di Jakarta pada 2029.