"Dalam pengembangan Green Economy, Timor Leste memiliki lahan pertanian yang subur dan luas dengan berbagai komoditas, namun kami masih menghadapi tantangan kualitas sumber daya manusia, sehingga ingin belajar mengelolanya dari Bali," kata Marcos.
Terkait Blue Economy, Timor Leste memiliki potensi stok ikan sekitar 700 ribu ton per tahun yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perekonomian.
Melalui pilar Gold Economy, Pemerintah Timor Leste mengajak sejumlah pengusaha untuk berdiskusi dan melihat langsung pengembangan bisnis di Bali agar dapat diterapkan di negaranya.
"Berbagai praktik baik yang kami temukan di Bali diharapkan dapat diterapkan di Timor Leste dengan menyesuaikan peluang dan potensi yang ada," tutur Marcos.