NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membangun 21 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana pergeseran tanah dan kebakaran di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Pembangunan hunian tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur #3 yang digelar Pemprov Jabar pada Jumat (6/11). Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan warga sekaligus memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong di tingkat desa.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, pembangunan 21 rumah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh kembali tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman setelah terdampak bencana.
"Pembangunan rumah ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan kembali hunian yang layak, aman, dan nyaman," ucap Dedi dalam keterangannya dikutip Minggu (8/11).
Menurut Dedi, kawasan pembangunan tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan kawasan Desa Kampung Budaya Sunda, sehingga tidak hanya menjadi kawasan hunian, tetapi juga memiliki nilai budaya dan potensi pengembangan sosial serta ekonomi masyarakat.
"Pembangunan 21 rumah tersebut akan dilaksanakan secara bergotong royong dengan melibatkan gabungan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Poe Ibu," kata Dedi.
Dedi menegaskan bahwa, kolaborasi lintas perangkat daerah ini menjadi cerminan semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh, sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai nilai luhur masyarakat Jawa Barat.
"Integrasi dengan Desa Kampung Budaya Sunda diharapkan turut memperkuat identitas budaya lokal serta menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis, produktif, dan berdaya," ujarnya.
Melalui kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur #3, Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kehadiran pemerintah tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.
"Sinergi pembangunan hunian, penguatan budaya, dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan, mempercepat pemulihan warga terdampak bencana, serta membangun kawasan Desa Pajajar yang lebih tangguh, berkarakter, dan sejahtera," pungkas Dedi.