"Tidak bisa kita main angkut-angkut terus tanpa penanganan komprehensif. Saatnya ada peran serta masyarakat dan semua komponen," tegas Herman.

Karena itu, ia mengajak warga Bandung Raya untuk mulai mengurangi produksi sampah, memilah sampah sejak dari sumber, serta memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna.

"Pemda sudah bergerak, perguruan tinggi bergerak, Pramuka bergerak. Ayo masyarakat juga bergerak," katanya.

Menurut Herman, pengurangan 20 persen saja sudah akan memberikan dampak signifikan terhadap sistem pengelolaan sampah Bandung Raya. Jika partisipasi masyarakat semakin kuat, pengurangan tersebut bahkan dapat melampaui target.

"Ini bukan lagi sekadar tugas dan fungsi. Ini sudah soal harga diri kita," ungkap Herman.

Dengan strategi hulu, tengah dan hilir yang dijalankan secara bersamaan, Pemda Provinsi Jabar berharap ancaman krisis sampah Bandung Raya dapat dicegah. Pilihannya, kata Herman, tidak bisa lagi ditunda, seluruh pihak harus bergerak sebelum persoalan sampah berubah menjadi ledakan yang sulit dikendalikan.