NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak para santri bisa mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah terutama melalui kewirausahaan dan pengentasan kemiskinan.

"Para santri harus mampu menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam membangun daerahnya mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dengan cara apa? Menyejahterakan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan," kata Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi di Tegal, Kamis.

Ia mengatakan angka kemiskinan Jawa Tengah kini sebesar 9,21 persen atau sekitar 3,6 juta jiwa sehingga perlu upaya dalam menuntaskan masalah itu.

Namun, kata dia, upaya itu butuh kolaborasi dari berbagai pihak termasuk keberadaan ratusan ribu santri yang tersebar di ribuan pondok pesantren dinilai menjadi potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi termasuk melahirkan santri yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan.