"Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jateng menjalankan program Pesantren Obah dengan melibatkan Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait," kayanya.
Menurut dia, program itu mencakup beasiswa pendidikan, bantuan pondok pesantren, pengembangan usaha santri, hingga insentif guru madrasah diniyah (madin).
"Provinsi Jawa Tengah telah memberikan beasiswa kepada 488 santri termasuk santri penggerak. Kita juga memberikan beasiswa kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Yaman, Mesir, dan negara lainnya sebanyak 58 santri," katanya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga melanjutkan program insentif guru agama yang pada 2025 menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.