NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembangunan irigasi perpipaan untuk pertanian di 25 kabupaten.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Kabupaten Semarang, Selasa, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi harus memberikan manfaat langsung kepada petani, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk kegiatan pertanian.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendukung produktivitas pangan.
"Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita," katanya, saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang.