Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng Opik Mahendra menjelaskan program tersebut mencakup rehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier serta pembangunan 75 titik irigasi perpipaan.
"Total anggaran yang dikeluarkan adalah Rp65,5 miliar. Apabila dikonversikan berdasarkan panjang pekerjaan, program tersebut setara dengan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 50 kilometer jaringan irigasi," katanya.
Adapun panjang jaringan di setiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian setempat.
Saat ini, kata dia, pekerjaan masih dalam proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi. Pemerintah provinsi menargetkan sejumlah titik rehabilitasi dapat diresmikan pada akhir 2026.