Sejauh ini, Pemprov Jateng terus melakukan pendampingan dan pembinaan UMKM yang ada di wilayah tersebut melalui Dinas Koperasi dan UKM Jateng.

Hingga triwulan II tahun 2026, Diakoo UKM Jateng telah membina 201.035 unit usaha yang memiliki total nilai aset sekitar Rp39,74 triliun dan omzet sekitar Rp70,74 triliun.

Pemprov Jateng juga terus mendorong lahirnya wirausaha baru, sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha yang sudah ada, melalui akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, dan kemitraan.

Untuk mendukung proses tersebut, Jateng memiliki berbagai program, antara lain Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap.

Melalui program itu, kata dia, para pelaku UMKM diberikan materi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga perluasan pasar.