NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mencatatkan penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.724 kali di 35 kabupaten/kota per Oktober 2026, dengan omzet sejauh ini mencapai Rp31 miliar.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka GPM serentak memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 di Lapangan Tlogo Resort, Kabupaten Semarang, Rabu (21/10).
Menurutnya, ketersediaan pangan yang melimpah harus diimbangi dengan keterjangkauan harga. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan intervensi agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha petani dan peternak.
"Ketersediaan stok saja tidak cukup, tanpa adanya keterjangkauan dari masyarakat," ujar Luthfi.
GPM dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Pemerintah daerah melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan lokasi dan komoditas yang paling dibutuhkan, sehingga intervensi harga tidak salah sasaran.
Dengan pendekatan itu, komoditas yang dijual di GPM disesuaikan dengan kondisi pasokan dan kebutuhan masing-masing daerah. Kemudian, wilayah dengan kekurangan komoditas tertentu menjadi prioritas intervensi.