NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, dan Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kabupaten Semarang, Selasa, mengatakan penanganan kebakaran Gunung Lawu telah ditingkatkan menyusul penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Bupati sudah koordinasi dengan kami. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB," katanya.

Ia menjelaskan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing telah dilakukan sebanyak dua sorti (penerbangan).

Namun, kata dia, upaya tersebut menghadapi kendala angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan manuver helikopter.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran di Gunung Lawu telah berdampak pada sekitar 230 hektare kawasan hutan di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Petugas gabungan juga melakukan pemadaman manual dan pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas.

Sedangkan kebakaran di Gunung Sumbing terjadi di kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, dengan luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan.

Sebanyak 152 pendaki di Gunung Sumbing dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan tersebut.

Untuk Gunung Sumbing, kata dia, pemadaman untuk sementara dilakukan melalui jalur darat, sambil menunggu dukungan pemadaman udara, dengan mempertimbangkan perkembangan kebakaran dan kondisi operasi di lapangan.

Selain mengoptimalkan pemadaman, ia meminta aparat kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran dan telah berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

"Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan dan pegunungan.

Tindakan seperti pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari karena berpotensi memicu kebakaran.

"Harapan saya, saya mengimbau kepada masyarakat agar upaya pencegahan kebakaran itu harus kita maksimalkan," ujarnya.