NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal pembangunan hybrid seawall atau tanggul pantai di Desa Surodadi Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, sebagai upaya mengurangi dampak rob dan abrasi yang selama bertahun-tahun mengancam kawasan pesisir tersebut.
"Pembangunan tanggul pantai tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi dampak rob dan abrasi yang menghambat aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan budi daya perikanan di kawasan tambak," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat meninjau langsung pembangunan tersebut di Desa Surodadi, Kabupaten Demak, Selasa.
Ia berharap infrastruktur yang didanai melalui APBD Provinsi Jateng 2026 sebesar Rp10 miliar itu mampu mengurangi dampak banjir rob dan abrasi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat kembali mengelola tambak secara optimal sekaligus menggerakkan perekonomian kawasan pesisir.
Menurut dia, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Taj Yasin juga mengapresiasi respons positif masyarakat terhadap pembangunan hybrid seawall tersebut. Infrastruktur itu dirancang tidak hanya mengandalkan konstruksi beton, tetapi juga mendukung pertumbuhan mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menjelaskan pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi mencakup penanganan sepanjang 930 meter, terdiri atas bangunan utama sepanjang 720 meter dan struktur groin atau bangunan pengendali gelombang sepanjang 210 meter.