NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meminta penutupan sementara terhadap seluruh jalur pendakian gunung dan pembatasan aktivitas di lereng gunung untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan, di Semarang, Kamis, mengatakan permintaan itu menyusul terjadinya karhutla di Gunung Lawu dan Sumbing.
Menurut dia, berdasarkan masukan dari Polda Jateng agar balai taman nasional di semua gunung yang ada di Jateng untuk sementara dilakukan pembatasan pendakian.
"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena 'human error'. Dugaan awal ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," katanya.
Ia mengatakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng juga sudah langsung menindaklanjuti untuk menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani serta memberi tembusan ke TNI dan Polri untuk dilakukan pembatasan atau pelarangan kegiatan beraktivitas di gunung.
Di sisi lain, kata Bergas, upaya penanganan kebakaran hutan lahan di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, bahkan terbaru Gunung Pakuwaja (kawasan Dieng) terus di lakukan.
Penanganan di Gunung Lawu dilakukan dengan jalur darat dan udara (water bombing), termasuk membuat pembatasan jalur api agar tidak semakin meluas.
Sebab, kata dia, titik kebakaran di Gunung Lawu ada yang sudah berjarak 5 kilometer dari pemukiman warga.
Demikian juga penanganan di Gunung Sumbing, ia mengatakan surat pengajuan untuk menggeser satu unit helikopter dari Gunung Lawu ke Gunung Sumbing sudah dikirim ke BNPB.
Rencananya, kebakaran di Gunung Sumbing juga akan dilakukan penanganan dengan water bombing.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika membenarkan adanya surat imbauan atau permintaan kepada pengelola pos pendakian semua gunung di wilayah Jateng.
Sebagaimana tertuang dalam surat DLHK Jateng Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal Rabu, 21 Oktober 2026, perihal Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar.
"Baik Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, maupun Gunung Slamet dan lainnya untuk sementara waktu menutup pintu masuk pendakian," katanya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebelumnya mengatakan dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing melalui udara oleh BNPB.
Penanganan kebakaran di dua gunung tersebut telah ditingkatkan menyusul penetapan status tanggap darurat.
"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama," katanya.