Ia menilai, peran Posyandu perlu diperluas, tidak sebatas memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mengakses program perlindungan sosial.
Ketua Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan gerakan pengumpulan minyak jelantah telah melibatkan 35 kabupaten/kota. Program tersebut terus diperluas melalui kerja sama dengan dunia usaha.
Salah satunya lewat mesin ATM biodrop yang memungkinkan masyarakat menyetorkan minyak jelantah dan memperoleh nilai rupiah yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Nawal berharap inovasi tersebut semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bijaksana.
Selain memberikan penghargaan atas gerakan lingkungan, rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum peluncuran Program Pandu Tangguh. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam mendampingi masyarakat, khususnya kelompok rentan, mengakses layanan dan bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos.